Tuesday, October 31, 2017

Perpustakaan mulai ditinggalkan

Di era digital saat ini masyarakat mulai meninggalkan perpustakaan karena mereka memiliki fasilitas akses terhadap sumber informasi yaitu internet. Bahkan mereka memiliki kemampuan memilih sumber informasi yang sesuai kebutuhannya. Pertanyaannya masih Perlukah kehadiran perpustakaan dan pustakawan nya.?  Jawabannya tentu masih perlu karena sesuai amanat undang-undang No 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, pemerintah wajib menyediakan fasilitas perpustakaan persoalannya adalah Apakah pustakawannya memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi mengantisipasi dan menanggapi dengan cepat perubahan kebutuhan pemustaka. Hal ini penting segera ditangani oleh pustakawan, dan jika tidak maka perpustakaan akan benar-benar ditinggalkan dan tentunya merugikan uang negara, ada beberapa upaya yang harus dilaksanakan oleh pustakawan sebagai amanat SNP (Standar Nasional Perpustakaan Umum) sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 Tentang Standar Nasional Perpustakaan Kabupaten/Kota  tentunya SNP  sebagai amanat untuk melaksanakan ketentuan Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perlu menyusun standar nasional perpustakaan kabupaten/kota. SNP dimaksud  mencakup:
a. standar koleksi perpustakaan;
b. standar sarana dan prasarana perpustakaan;
c. standar pelayanan perpustakaan;
d. standar tenaga perpustakaan;
e. standar penyelenggaraan perpustakaan; dan
f. standar pengelolaan perpustakaan.
Berikut hal-hal yang sering tidak dipenuhi oleh pejabat pengelola perpustakaan.
1.  Kemutakhiran koleksi.
 Koleksi terbaru perpustakaan yang terbit tiga tahun terakhir paling sedikit 5% dari jumlah koleksi yang ada pada tahun berjalan.
2.  Pengadaan bahan perpustakaan Perpustakaan Kabupaten/Kota mengalokasikan anggaran penyelenggaraan perpustakaan: a. jumlah penduduk sampai dengan 200.000 alokasi anggaran paling sedikit Rp. 500.000.000 per tahun; b. jumlah penduduk > 200.000 alokasi anggaran @Rp. 2500.- per kapita per tahun.
3.  Kunjungan Perpustakaan Jumlah kunjungan ke perpustakaan paling sedikit 0.10 per kapita per tahun.


4.  Promosi perpustakaan
x

Standar Perpustakaan Perguruan Tinggi Terbaru

Pada Tanggal 27 Maret 2017 telah di Undangkan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 Tentang  Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi. Hal ini merupakan pelaksanaan ketentuan Pasal 51 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perlu menyusun standar nasional perpustakaan perguruan tinggi;
Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dimaksud mencakup: (a) standar koleksi perpustakaan; (b) standar sarana dan prasarana perpustakaan; (c) standar pelayanan perpustakaan; (d) standar tenaga perpustakaan; (e) standar penyelenggaraan perpustakaan; dan  (f) standar pengelolaan perpustakaan. ada beberapa hal yang perlu kita cermati dalam standar ini antara laian : tentang Standar Koleksi.
Pertama  Ketersedian Jurnal ilmiah paling sedikit 2 (dua) judul (berlangganan atau menerima secara rutin) per program studi. Artinya bahwa Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat untuk tidak berlangganan tetapi memastikan dapat mengakses secara rutin jurnal ilmiah, saat ini ini merupakan hal yang mudah dilaksanakan hanya saja membutuhkan  pustakawan yang memiliki kompetensi yang memadai dan tanggung jawab untuk mengakases melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan khususnya jurnal ilmiah nasional maupun internasional yang difasilitasi oleh Negara dan dibayar oleh APBN.
Kedua Muatan lokal (local content) atau repositori terdiri dari hasil karya ilmiah civitas academica (skripsi, tesis, disertasi, makalah seminar, simposium, konferensi, laporan penelitian, laporan pengabadian masyarakat, laporan lain-lain, pidato pengukuhan, artikel yang dipublikasi di jurnal nasional maupun internasional, publikasi internal kampus, majalah atau buletin kampus). Untuk hal ini masih terdapat PT yang belum dapat mengelola sesuai standar padahal saat ini telah tersedia aplikasi yang gratis, lagi-lagi membutuhkan pustakawan yang mampuni khusus yang memiliki kompetensi bidang teknologi informasi.
Ketiga Tentang penyediakan sarana perpustakaan disesuaikan dengan koleksi dan pelayanan, untuk menjamin keberlangsungan fungsi perpustakaan dan kenyamanan dengan memperhatikan pemustaka yang memiliki berkebutuhan khusus (disabilitas),

Ini beberapa hal yang beru dan berbeda dengan SNI Tahun 2009 untuk melihat Perka Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017 Tentang  Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi dapat di DOWNLOAD DISINI

Monday, October 30, 2017

E-Book Adat Gorontalo

Dalam rangka menyediakan Buku  Adat Gorontalo Kami  Perpustakaan Daerah melaksanakan alih media dokumen hasil seminar adat tahun 2007 ke dalam bentuk E-Book, kegiatan ini dilaksanakan oleh stap Perpustakaan Atas Nama Amna Noor, dan Nining Edi, mereka bukan pustakawan namun mampu menghadirkan karya nyata layaknya pustakawan.
Kegiataan ini tidak di danai atau bukan berbentuk program dalam DPA,  ini merupakan karya mereka dalam memanfaatkan waktu luang setelah melaksanakan pelayanan.

Adapun buku tersebut sebagai berikut :

1. E-Book Pohutu Momulango download  DISINI

2. E-Book Pohutu Moponika  download  DISINI

3.  E-Book Pohutu Molalugo download  DISINI

4.  E-Book Pohutu Dualolipu  DISINI

5.  E-Book Pohutu Motimamango  DISINI

6.  E-Book Pohutu Moloopu download  DISINI

Berikut yang 7, adalah E-Book "Menu Khas Gorontalo" Alihmedia buku ini sudah mendapat izin tertulis dari Bapak Arifasno Napu Dkk,  Hasil Karya Oleh Ibu. Wiwin Baderan, baik alihmedia maupun pengurusan izin.

7.  E-Book  Menu Khas Gorontalo  DISINI

Semoga bermanfaat


Kata kunci
Buku Adat Gorontalo; Pohutu Momulango download: Pohutu Moponika:   download  Pohutu Molalungo download; Pohutu Dualolipu Download: Pohutu Motimamango;  Pohutu Moloopu download; Buku Adat Gorontalo; Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo;Buku Adat Gorontalo
Buku Menu Khas Gorontalo: Buku Menu Khas Gorontalo; Buku Menu Khas Gorontalo; Buku Menu Khas Gorontalo;Buku Menu Khas Gorontalo